Header Background

Aksi Nyata Mahasiswa KKN PPM UGM, Dukung Pencegahan Stunting Lewat Gebyar Posyandu 2026 Desa Karangpapak, Kabupaten Sukabumi

Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Gunayuhi Sukabumi mendukung percepatan penurunan angka stunting di Desa Karangpapak melalui pendampingan langsung Gebyar Posyandu 2026 dan edukasi gizi seimbang.

Kembali ke Edukasi
Aksi Nyata Mahasiswa KKN PPM UGM, Dukung Pencegahan Stunting Lewat Gebyar Posyandu 2026 Desa Karangpapak, Kabupaten Sukabumi
Kategori: Si SIGAP
Menurut paparan tim Bapperida dalam forum audiensi program kerja KKN-PPM Unit Gunayuhi Sukabumi Kecamatan Cisolok, Jumat (26/6), Angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi di Kabupaten Sukabumi. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa Kabupaten Sukabumi menempati urutan ke-4 dari total 27 kabupaten di Jawa Barat yang membutuhkan intervensi lanjut terkait kasus stunting.
Desa Karangpapak menjadi salah satu wilayah penyumbang angka stunting tertinggi di kabupaten tersebut, dengan prevalensi mencapai 35,03% atau setara 110 balita yang mengalami kondisi stunting, menurut penelitian Shalahuddin, dkk. (2025). Angka ini menempatkan Karangpapak sebagai desa prioritas yang membutuhkan intervensi kesehatan secara intensif dan berkelanjutan. Bidan Desa, Amilia Nurdewi, menyampaikan latar belakang tingginya angka stunting di Desa Karangpapak bersifat multifaktorial.

“Kesadaran masyarakat, baik ibu hamil atau orang tua bayi untuk datang ke posyandu kurang, beberapa kali home visit. Selain itu, keterbatasan alat ukurnya juga. Dan sekarang sudah ada aplikasi jadi hasil pencatatan lebih sensitif dan rentangnya sempit, jadi terlihat lebih banyak (catatan kasus) stuntingnya,” tuturnya di forum diskusi program kerja tim medika, Selasa (7/7).

Melihat kondisi ini, tim KKN-PPM UGM Unit Gunayuhi Sukabumi Kec. Cisolok melakukan peninjauan langsung pada kegiatan Gebyar Posyandu di area Cangkudu, Jl. Cirenik, Desa Karangpapak, Jumat (10/7), 1 dari 8 rangkaian Gebyar Posyandu, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen pemerintah untuk percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting.
1

Program Nasional untuk Layanan Kesehatan Dasar Desa

Gebyar Posyandu 2026 merupakan program nasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar desa serta pencegahan stunting mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Dengan demikian, intervensi tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi juga ibu hamil, melalui pendampingan bidan desa dan kader posyandu. Rangkaian kegiatan meliputi:

  • Pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita
  • Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala
  • Pemantauan tumbuh kembang anak
  • Skrining status gizi
  • Pemberian vitamin dan/vaksinasi
  • Edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia pada ibu hamil
  • Bedah buku KIA
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Kegiatan Gebyar Posyandu di area Cangkudu dihadiri oleh 47 ibu dengan bayi/balita dan 6 ibu hamil yang menjadi sasaran lokus posyandu ini. Antusiasme terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung.
2

Dukungan Mahasiswa untuk Percepatan Penurunan Stunting

Harapannya, kehadiran Mahasiswa KKN-PPM UGM ini menjadi bentuk konkret sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam menghadapi permasalahan stunting. Melalui keterlibatan langsung ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini dengan pemeriksaan posyandu secara rutin dan gizi seimbang pada anak guna mewujudkan target penurunan angka stunting secara signifikan di Desa Karangpapak.